Selasa, 26 Oktober 2010

Kerugian Banjir Bandang Jateng Lebih Rp 10 M



KEBUMEN.- Kerugian akibat longsor dan banjir bandang yang menerjang 14 kecamatan di Kabupaten Kebumen dan Banyumas Jawa Tengah Minggu (24/10) malam mencapai lebih Rp 10 miliar. Kerugian terbesar akibat hilangnya dua jembatan dan jebolnya tanggul yang terjadi di 13 titik pada lima sungai besar di kabupaten tersebut.

Asisten I Sekda Kebumen, H Adi Pandoyo mengatakan, kerusakan akibat banjir bandang yang melanda sembilan kecamatan dan longsor di lima kecamatan cukup besar dengan jumlah total kerugian lebih dari Rp 10 miliar. "Kerugian paling besar adalah jebolnya tanggul pada 13 titik di lima sungai yang ada Kabupaten Kebumen. Itu belum jumlah kerugian akibat kerusakan rumah warga," kata Adi Pandoyo,Selasa (26/10).


Tanggul sungai yang jebol berada di Sungai Ijo, Sungai Kemit, Sungai Ketek, Sungai Kedungrejo dan Sungai Abang kerugiannya mencapai Rp7,5 miliar. "Hingga kini beberapa titik tanggul belum diperbaiki, perbaikan sifatnya baru sementara atau darurat seperti dengan penggunaan kawat bronjong atau karung berisi pasir. Sebab perbaikan permanen perlu dana besar ," jelasnya.

Selain longsor tingginya curah hujan akibat anomali cuaca juga menyebabkan longsor yang menyababkan sebanyak 13 rumah milik warga rusak parah. Longsor juga menyebabkan jalan alternatif menghubungkan antara Kebumen dan Banjarnegara terputus. "Hingga saat ini jalan masih terputus, pemkab kesulitan untuk membuang tanah yang menutup jalan. Kita hanya punya alat berat satu, padahal titik longsor ada 13 tempat, sementara ketebalan tanah yang menutup badan jalan mencapai 5 meter," papar Adi.

Banjir yang terjadi di Kebumen juga sempat merendam ratusan rumah penduduk di sembilan kecamatan, antara lain adalah Adimulyo, Kebumen, Alian, Buayan, dan Gombong, Karanganyar, Karanggayam dan Mirit

Sedangkan kerugian banjir bandang di Banyumas, Pemkab setempat Selasa (26/10) masih melakukan pendataan terhadap kerugian akibat banjir di wilayah Kecamatan Sumpiuh. Data sementara kerugian
rumah rusak mencapai sekitar Rp 300 juta dan untuk kerugian sarana umum, seperti tanggul, jembatan, saluran irigasi, jalan desa dan jalan kabupaten masih dihitung.

Kabag Kesra Setda Banyumas, Hudi Utami mengatakan, untuk sarana umum seperti jembatan, tanggul dan lain-lain masih di teliti. Tim teknis dari dinas terkait masih menghitung secarta detail kondisi kerusakan.

"Kalau nilai total kerugian belum ada, karena pendataan masih berlangsung, terutama untuk sarana umum yang rusak," jelasnya. (A-99/A-120)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

0 komentar:

Posting Komentar

SMS GRATIS

VISITOR

ADMIN

Sambutan PENULIS : Wasim Al Kabumainy
 
Selamat datang di Desa Pengaringan Online "Perekat Masyarakat Desa Pengaringan dan Sekitarnya". Mari kita jalin persatuan dan kesatuan. Walau dari desa kami ingin mendunia (maya)......

Blog Archive

 

Template by NdyTeeN